
Raih Gelar Doktor, Gus Majduddin Torehkan Sejarah
Berita | UNKAFA – Sebuah capaian monumental kembali ditorehkan oleh Dr. Agus H. Majduddin, Lc, MA yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik, sukses meraih gelar doktor di bidang Ekonomi Syariah dalam sidang terbuka yang berlangsung Selasa, 27 Mei 2025 UIN Malik Ibrahim Malang. Momen ini tidak hanya menandai keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan pesantren.
Gus Majduddin adalah putra dari ulama besar dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik, KH. Masbuhin Faqih. Dalam ujian terbuka yang disaksikan langsung oleh para akademisi, tokoh masyarakat, dan para santri, ia memukau audiens dengan pemaparan disertasinya yang mendalam dan bernas.
Keberhasilan ini menjadikan Gus Majduddin sebagai Putra Kyai Masbuhin yang pertama kali menyandang gelar doktor, sekaligus simbol harmonisasi antara tradisi pesantren dan dunia akademik modern.
“Saya mendedikasikan capaian ini untuk perjuangan orang tua, Pondok, UNKAFA dan seluruh santri. Ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tutur Gus Majduddin penuh haru.
Sebagai pemimpin muda yang dikenal visioner dan santun, Gus Majduddin telah membawa UNKAFA menuju berbagai kemajuan signifikan. Kini, dengan gelar doktor yang disandangnya, posisi UNKAFA sebagai kampus unggulan berbasis pesantren dipastikan semakin kuat.
Gema takbir dan rasa bangga mengalir dari berbagai kalangan, termasuk keluarga besar Pondok Pesantren Mambaus Sholihin dan para alumni yang melihat capaian ini sebagai motivasi luar biasa.
“Ini bukti bahwa kader-kader pesantren mampu bersaing di kancah akademik tertinggi. Gus Majduddin adalah teladan generasi muda Islam yang siap menjawab tantangan zaman dengan ilmu dan akhlak,” ujar Makinuddin, salah satu senior alumni yang menjabat sebagai Rais Syuriyah Himpunan Alumni Mambaus Sholihin yang juga wakil rektor 1 UNKAFA yang hadir dalam acara tersebut.
Dengan gelar doktor ke 699 di UIN Malang yang kini resmi disandangnya, perjalanan intelektual Gus Majduddin diperkirakan akan semakin mewarnai peta keilmuan Islam di Indonesia, dan menjadikan UNKAFA Gresik sebagai mercusuar keilmuan dari rahim pesantren. (Maftuh)



