
Demi Menjaga Mutu Pendidikan Pesantren, Pascasarjana UNKAFA Gelar Seleksi Beasiswa Tahap I Bersama Pemprov Jawa Timur
Berita | UNKAFA – Pascasarjana UNKAFA berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren dengan melakukan seleksi beasiswa calon mahasiswa magister Pendidikan Agama Islam (PAI) secara ketat. Program ini sekaligus tindak lanjut atas kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung potensi santri berprestasi. Seleksi tahap 1 ini digelar pada kamis (24/7) di gedung Pascasarjana Kampus B UNKAFA.
Seleksi ini diikuti 38 peserta yang telah dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi. Jumlah ini menyisakan 19 pelamar beasiswa yang tidak bisa ikuti tes lanjutan. Para peserta tidak hanya dari santri Mambaus Sholihin, tapi juga dari berbagai pesantren di Jawa Timur, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, bahkan Madura dan Jember. Program beasiswa ini tidak hanya ditujukan untuk membantu akses pendidikan tinggi bagi santri atau pengajar di pesantren yang kurang mampu, namun juga menjadi stimulus bagi mereka yang memiliki potensi akademik yang tinggi.
Wakil Rektor II UNKAFA, Dr. Ah. Haris Fahrudi dalam pembukaan seleksi menyampaikan bahwa seleksi tahap 1 ini sebagai upaya menjaring calon mahasiswa yang benar-benar memiliki pendalaman akademik yang baik dan ditambah pemahaman penguasaan kitab turath, karena nantinya di tahap 2 akan ada seleksi yang lebih mendalam dan lebih ketat oleh tim LPPD (Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah) Jawa Timur.
“Dalam menjalankan tugas LPPD Jatim Unkafa melaksanakan seleksi kasar (tahap 1) ini dengan tujuan untuk diambil 22 peserta, setelahnya akan diseleksi kembali oleh LPPD untuk mendapatkan 15 peserta final yang kemudian mengikuti perkuliahan selama 4 semester di Program Pascasarjan Unkafa” ujar doktor lulusan UINSA Surabaya.
Selain itu, Haris juga menambahkan bahwa meskipun nantinya tidak semua peserta diterima dalam jalur beasiswa LPPD JATIM, UNKAFA tetap membuka kesempatan bagi peserta untuk kuliah dengan jalur apresiasi. Jadi jangan menyerah ketika tidak diterima di jalur beasiswa ini, UNKAFA akan memberikan apresiasi bagi pendaftar yang tidak masuk seleksi yaitu bebas Dana Penunjang Pendidikan (DPP) sebesar 2 juta, dan dana pendaftaran Gel 2 sebesar 1.5 juta
Sementara itu, Kepala Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UNKAFA, Dr. Saeful Anam menjelaskan bahwa keterlibatan santri yang juga pendidik di pesantren dan Madrasah Diniyah tidak lain adalah untuk mengakses pendidikan tinggi yang lebih baik dan sebagai pintu kemajuan Pesantren dalam menyambut Indonesia Emas tahun 2045.
Turut hadir perwakilan dari LPPD Provinsi Jawa Timur, Luluk Asfiyah. Kehadirannya sebagai peninjau atas implementasi program memberikan apresiasi atas pelaksanaan proses seleksi oleh UNKAFA yang dinilai berjalan lancar dan sukses, serta mampu menjaga integritas dan kualitas setiap tahapan yang berjalan.
Untuk diketahui, bahwa materi tes seleksi meliputi penulisan Esai Singkat dengan tema “Perkembangan Pendidikan Diniyah dan Pesantren di Indonesia”, tes baca turath dan pemahmaan dasar atas kitab Fathul Mu’in. Hasil tes ini yang akan dijadikan standar pada kelulusan seleksi Tahap 2. Diharapkan, program beasiswa ini dapat mencetak generasi ulama dan cendekiawan yang berkualitas, mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama, khususnya di wilayah Jawa Timur. (Anam)
Tag:beasiswa, lppd, pascasarjana, seleksi




