
Di Forum Kolaborasi Internasional, Walailak University Thailand Tawari UNKAFA Berbagai Kesempatan
Berita | UNKAFA – Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik (UNKAFA) untuk yang kesekian kalinya kembangkan jejaring intelektual berskala internasional, dan kali ini kolaborasi itu dilakukan bersama Universitas Negeri terkemuka dari Thailand yakni Walailak University, Senin (12/5/2025)
Hadir dalam forum internasional ini adalah Asst Professor Ajun H. Razak Panaemalae, dosen dan pejabat akademik di Universitas Walailak. Bertempat di Auditorium Darun Nadwah Rushaifah, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Ajun H Razak mengaku sangat senang atas apa yang pernah dicita-citakan sebelumnya, yakni dapat berkunjung di Kota Gresik.

“Saya mengenal nama Gresik sejak lama, karena di Kota kelahiran saya ada sebuah Masjid yang Bernama Masjid Gresik. Masyarakat daerah kami mengartikan Gresik adalah butiran-butiran pasir putih yang berkilauan, dan akhirnya Allah SWT mentakdirkan saya bisa sampai disini,” terang Pria keturunan Malaysia ini.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama dalam rangka pengembangan kapasitas mahasiswa, lanjut Ajun Razak. Universitas kami banyak membutuhkan pengajar-pengajar bahasa, baik bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Pengajar-pengajar itu tidak hanya dibutuhkan Walailak University, tapi juga di kampus-kampus lain, serta di lembaga pendidikan lainnya.

“Mahasiswa lulusan UNKAFA juga kami undang untuk berkesempatan melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Thailand. Negeri kami penduduknya Muslimnya kini semakin meningkat, tidak kurang dari 20% populasi penduduk Thailand,” lanjutnya.
Dalam sesi pemaparan gagasan tentang trend dan isu-isu pengembangan pendidikan, Narasumber dari UNKAFA, Dr. Maftuh, S.Sos.I., M.Pd.I menawarkan gagasan Green Islam untuk menjadi isu penting dalam pengembangan pendidikan Islam dewasa ini.
“Bagi sebagian kalangan, isu ekologis telah menjadi perbincangan public, terlebih kondisi dunia kini kerap mengalami ancaman dari krisis energi akibat pemanasan global. Namun, bagi dunia pendidikan, integrasi wawasan dan pembangunan karakter yang berorientasi peduli lingkungan kerap gagal pada wilayah aksi,” tegas Dosen UNKAFA yang pernah mendapat beasiswa study turath di Mesir ini.
Referensi kita, bahkan karya-karya ulama terdahulu, sambung Maftuh, banyak sekali yang memberikan perhatian pada isu ini. Bahkan dalam bab ibadah yang paling mendasar seperti Wudhu, kita diperingatkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air.
Sementara itu, Wakil Rektor II UNKAFA, Dr. Haris Fahrudi, M.Fil.I dalam sambutanya mengungkapkan bahwa antara Thailand dan Indonesia sebenarnya memiliki visi dan misi yang tidak berbeda, terlebih terkait pengembangan pendidikan. Kedua negara sama-sama rumpun melayu, dan memili mata rantai sanad keilmuan yang ketemu.
Tag:internasional, islam, kerjasama, kolaborasi, pendidikan, seminar



