
BEM-FT UNKAFA Gelar Seminar Nasional: Tasawwuf Sebagai Solusi Krisis Gen Z di Era Digital
Berita | UNKAFA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Kyai Abdullah Faqih (BEM-FT UNKAFA) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Krisis Gen Z: Perspektif Tasawwuf di Era Digital” pada Selasa, 19 Mei 2026. Acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Gedung Aula Rushaifah ini menjadi salah satu agenda akademik terbesar tahun ini, dengan dihadiri sekitar 600 peserta secara interaktif dan penuh antusias. Para peserta merupakan mahasiswa lintas program studi dan fakultas.
Ketua Panitia, M. Maqdum Muhdhor Arrasyid, menegaskan bahwa tema ini diangkat dari realita generasi muda yang intim dengan dunia digital, namun rentan menghadapi krisis identitas, kecanduan media sosial, penurunan fokus belajar, hingga gangguan kesehatan mental dan spiritual.
“Krisis Gen Z di era digital bukan hanya soal gadget, tetapi krisis arah hidup, fokus, dan ketenangan jiwa. Melalui perspektif tasawwuf, kita diajak untuk kembali menyadari pentingnya pengendalian diri, kejernihan hati, dan kedekatan spiritual agar tidak diperbudak oleh teknologi,” ungkap Maqdum.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah UNKAFA yang turut hadir, di antaranya Dr. Agus Friendis Syani Amrulloh, M.Pd. (Dekan Fakultas Tarbiyah), Dr. Nashrullah, S.Pd.I., M.Pd. (Kaprodi PAI) dan Muhammad A’inul Haq, M.Pd. (Kaprodi PBA).
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap seminar ini memberikan dampak nyata. Ia menegaskan bahwa mahasiswa masa kini tidak boleh hanya unggul dalam kecerdasan intelektual, tetapi wajib memiliki benteng mental dan spiritual yang kokoh guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sebagai pemateri utama, Agus Dzihan Zahriz Zaman mengupas tuntas berbagai fenomena psikologis yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini, seperti overthinking, kecanduan scrolling media sosial, hingga rasa insecure yang lahir akibat kebiasaan membandingkan diri demi mengejar validasi publik. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa akar masalah dari krisis yang dialami oleh Generasi Z saat ini sebenarnya bukan mutlak disebabkan oleh perkembangan teknologi itu sendiri, melainkan karena hilangnya arah hidup dan runtuhnya ketenangan jiwa di tengah derasnya arus modernisasi.
Sebagai solusi konkret, beliau menawarkan perspektif tasawwuf yang dipandang sangat relevan dengan dinamika zaman. Menurutnya, tasawwuf hadir bukan bertujuan untuk menjauhkan manusia dari kemajuan teknologi, melainkan bertindak sebagai instrumen spiritual untuk memperbaiki hati, menjaga kesadaran diri, serta membangun kembali hubungan yang kuat dengan Allah SWT.
Pada implementasi di kehidupan modern, beliau mengajak generasi muda untuk aktif melakukan introspeksi diri atau muhasabah serta meningkatkan kontrol diri agar tidak mudah terombang-ambing oleh tren digital. Pada akhirnya, materi ini menekankan pentingnya mengubah pola pikir dalam memanfaatkan teknologi, yaitu dengan mengalihkan fungsinya sebagai sarana untuk menebar kebaikan dan pengembangan diri, bukan justru menjadikannya sebagai tempat pelarian dari realitas kenyataan hidup.
Suasana seminar berjalan sangat hidup dan komunikatif. Pada sesi tanya jawab, para peserta aktif berkonsultasi mengenai kiat praktis mengatasi kecanduan gawai dan menjaga regulasi emosi di era modern. Selain menjadi media edukasi dan refleksi spiritual, momentum ini berhasil mempererat solidaritas antar-mahasiswa lintas fakultas yang memiliki kepedulian serupa terhadap isu kesehatan mental.
Melalui seminar ini, BEM-FT UNKAFA berharap dapat mencetak generasi yang cerdas secara akademik sekaligus matang secara emosional dan spiritual—generasi yang memegang kendali penuh atas teknologi demi kemaslahatan, tanpa kehilangan jati diri dan ketenangan hati.



