
UNKAFA dan UiTM Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional, Kampus Berbasis Pesantren Siap Melangkah ke Panggung Global
Gresik – Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, yang berlangsung di Medium Hall Kampus B UNKAFA, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa ini menjadi ruang strategis untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan perguruan tinggi, strategi internasionalisasi kampus, sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi.
Acara diawali dengan keynote speech oleh Wakil Rektor I UNKAFA Gresik, Dr. H. Mohammad Makluddin, M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun jejaring internasional sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi di era global.
Seminar kemudian dipandu oleh Dr. Nashrullah, S.Pd., M.Pd. selaku moderator dengan menghadirkan dua narasumber dari Faculty of Built Environment, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, yaitu Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi dan Sr. Dr. Nurul Nadiah Zainol.
Pada sesi awal, kedua akademisi memperkenalkan profil UiTM sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Malaysia. Mereka memaparkan perjalanan institusi, tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, hingga strategi internasionalisasi yang berhasil membangun jejaring akademik dengan berbagai universitas di dunia.

Diskusi kemudian berkembang pada isu pengembangan kelembagaan perguruan tinggi, khususnya bagi kampus yang memiliki karakteristik keislaman dan berbasis pesantren. Menurut para narasumber, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul dalam tata kelola dan kualitas akademik, tetapi juga memiliki identitas yang kuat sebagai pembeda di tengah kompetisi global.
Dalam forum tersebut, salah satu narasumber, Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi, menyampaikan apresiasinya terhadap karakter khas yang dimiliki UNKAFA Gresik.
“UNKAFA memiliki keunikan yang sangat kuat sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren. Di Malaysia kami belum memiliki model universitas yang terintegrasi dengan tradisi pesantren seperti ini. Kami melihat ini sebagai kekuatan dan identitas yang sangat potensial untuk dikenal di tingkat internasional. Dengan distingsi tersebut, UNKAFA memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kampus yang memiliki daya saing global,” ujarnya.
Menurutnya, keunikan tersebut merupakan modal penting bagi UNKAFA untuk membangun reputasi akademik di tingkat internasional. Terlebih, UNKAFA mengusung visi sebagai Leading Turath University, yaitu perguruan tinggi yang mengembangkan khazanah keilmuan Islam klasik (turath) sebagai fondasi dalam menjawab tantangan zaman. Identitas inilah yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri dalam membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai negara.
Selain membahas pengembangan kelembagaan, seminar juga mengulas berbagai strategi internasionalisasi kampus, mulai dari penguatan jaringan akademik, peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, hingga pengembangan program kolaboratif lintas negara. Pengalaman UiTM dalam membangun kemitraan global menjadi inspirasi bagi UNKAFA dalam menyusun langkah strategis menuju kampus berkelas dunia.

Memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD), suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta bersama narasumber membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat segera direalisasikan antara UNKAFA dan UiTM Malaysia. Di antaranya adalah student mobility, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pendampingan riset mahasiswa, publikasi ilmiah internasional, visiting lecturer, hingga penyelenggaraan seminar dan konferensi bersama.
Menanggapi peluang tersebut, Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi menegaskan bahwa sebuah kerja sama internasional akan bernilai apabila diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.
“Kolaborasi harus diwujudkan dalam kegiatan yang konkret. Student mobility, penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen, hingga joint conference merupakan langkah-langkah yang dapat kita bangun bersama antara UiTM dan UNKAFA,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNKAFA Gresik, Dr. H. Mohammad Makluddin, M.Pd., menyampaikan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis universitas, namun tetap harus berlandaskan pada identitas dan nilai-nilai yang menjadi kekuatan utama UNKAFA.
“UNKAFA tidak ingin menjadi kampus yang hanya dikenal di tingkat lokal. Kami ingin membawa nilai-nilai pesantren, tradisi keilmuan Islam, dan khazanah turath ke panggung internasional. Karena itu, kolaborasi dengan UiTM Malaysia menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi UNKAFA sebagai Leading Turath University,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pesantren merupakan kekuatan intelektual yang selama ini menjadi ciri khas UNKAFA dan justru menjadi nilai tambah dalam membangun jejaring internasional.
“Kami percaya bahwa internasionalisasi tidak harus menghilangkan identitas. Justru identitas itulah yang menjadi kekuatan. Tradisi pesantren, penguasaan turath, dan semangat inovasi harus berjalan beriringan agar UNKAFA mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di tingkat dunia,” pungkasnya.
Semangat yang terbangun sepanjang seminar dan FGD menunjukkan optimisme kedua institusi untuk membangun kemitraan yang lebih erat. Berbagai program yang dibahas diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia.
Bagi UNKAFA, forum ini bukan sekadar ajang berbagi pengalaman, melainkan momentum untuk memperkenalkan keunggulan sebagai kampus berbasis pesantren kepada dunia internasional. Dengan distingsi Leading Turath University, UNKAFA memiliki modal yang kuat untuk tampil sebagai pusat pengembangan khazanah intelektual Islam yang mampu berdialog dengan ilmu pengetahuan modern dan menjawab tantangan global.
Pertemuan ini sekaligus menjadi penanda bahwa langkah internasionalisasi UNKAFA terus bergerak maju. Berbekal nilai-nilai pesantren, kekayaan tradisi turath, dan jejaring kemitraan global yang semakin luas, UNKAFA optimistis dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing di tingkat internasional.



