
Kongres ORMAWA UNKAFA I Teguhkan Arah dan Tata Kelola Organisasi Mahasiswa
Gresik – Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik menggelar Kongres Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) UNKAFA I pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Darun Nadwah Rushaifah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa di lingkungan UNKAFA untuk merumuskan pedoman, menetapkan kebijakan, serta meneguhkan arah dan tata kelola organisasi mahasiswa ke depan.
Kongres ORMAWA UNKAFA I diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Abdul Fattah, M.H. atas nama pimpinan Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.
Dalam sambutannya, Abdul Fattah, M.H. menyampaikan bahwa Kongres ORMAWA merupakan forum musyawarah tertinggi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam merumuskan berbagai pedoman dan kebijakan organisasi. Forum ini juga menjadi ruang bersama bagi seluruh unsur organisasi mahasiswa untuk menyatukan pandangan serta memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan organisasi yang lebih tertata, demokratis, dan berorientasi pada kemajuan mahasiswa.
Ia juga menyampaikan bahwa kongres sebelumnya terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2022. Oleh karena itu, pelaksanaan Kongres ORMAWA UNKAFA I menjadi momentum penting untuk kembali memperbarui dan menyempurnakan berbagai perangkat organisasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi mahasiswa saat ini.
Dalam forum tersebut, ditegaskan pula bahwa setiap keputusan yang telah ditetapkan melalui mekanisme Kongres memiliki sifat mengikat dan menjadi pedoman bersama bagi seluruh unsur dalam lingkungan mahasiswa UNKAFA. Dengan demikian, setiap hasil keputusan yang telah disepakati melalui mekanisme musyawarah diharapkan dapat dijalankan secara bertanggung jawab dan konsisten.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian lambang Kabinet NAWASENA. Peresmian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Kongres ORMAWA UNKAFA I sebagai penegasan identitas dan semangat kepengurusan organisasi mahasiswa dalam menjalankan program serta pengabdian kepada mahasiswa dan kampus.

Memasuki agenda inti, Kongres dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang pleno. Pembahasan utama pada tahap awal berfokus pada penyusunan dan pembahasan Tata Tertib Kongres ORMAWA UNKAFA I. Dalam proses persidangan, sejumlah poin dibahas secara musyawarah. Beberapa ketentuan berhasil ditetapkan, sebagian lainnya mengalami revisi, sementara sejumlah poin tertentu ditinjau kembali untuk memperoleh rumusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Sidang pleno berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga sebelum pelaksanaan Salat Jumat, kemudian dilanjutkan pada sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Selama persidangan, para peserta mengikuti proses pembahasan berbagai agenda kongres sebagai bagian dari upaya menyusun fondasi organisasi mahasiswa yang lebih sistematis dan terarah.
Namun, hingga berakhirnya Kongres ORMAWA UNKAFA I, seluruh agenda pembahasan belum dapat diselesaikan. Sejumlah materi penting masih memerlukan pembahasan lanjutan, di antaranya AD/ART I, AD/ART II, dan AD/ART III, serta Panduan Umum Organisasi (PUO) I, PUO II, dan PUO III.
Selain itu, pembahasan mengenai pagu dana organisasi dan rapat kerja juga menjadi agenda yang belum terselesaikan dalam Kongres ORMAWA UNKAFA I. Berbagai agenda tersebut nantinya akan kembali dibahas melalui forum lanjutan, yakni Kongres ORMAWA UNKAFA II.
Kongres ORMAWA UNKAFA II direncanakan menjadi kelanjutan dari proses musyawarah yang telah dimulai dalam Kongres I. Forum tersebut akan difokuskan untuk menuntaskan agenda-agenda yang belum selesai sekaligus menetapkan berbagai perangkat, pedoman, dan arah strategis organisasi mahasiswa UNKAFA.
Melalui penyelenggaraan Kongres ORMAWA UNKAFA I, diharapkan terbangun kesepahaman bersama mengenai pentingnya tata kelola organisasi yang berlandaskan musyawarah, aturan yang jelas, serta komitmen untuk menjalankan setiap keputusan yang telah disepakati. Kongres ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem organisasi mahasiswa agar semakin tertata dan mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas, kepemimpinan, serta aspirasi mahasiswa.
Dengan dilanjutkannya agenda dalam Kongres ORMAWA UNKAFA II, seluruh unsur organisasi mahasiswa diharapkan dapat kembali menyatukan gagasan dan pandangan demi menyelesaikan berbagai pembahasan yang tersisa. Hasil dari rangkaian kongres tersebut nantinya diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi arah gerak dan perkembangan organisasi mahasiswa Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik pada masa mendatang.



