
UNKAFA Gresik Awali Perkuliahan Semester Gasal 2026/2027 dengan Evaluasi Akademik dan Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE
Berita | Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dengan menggelar kegiatan pengarahan akademik dan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis (9/7/2026) di Gedung F UNKAFA Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dari berbagai fakultas dan program studi sebagai bentuk komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh Rektor UNKAFA Gresik, Agus Dr. H. Mohammad Majduddin, Lc., M.A. Dalam arahannya, Rektor menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan perkuliahan Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus memberikan berbagai arahan strategis dalam menyongsong semester baru. Evaluasi tersebut mencakup peningkatan kualitas proses pembelajaran, penguatan budaya akademik, peningkatan layanan kepada mahasiswa, serta pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu.
Rektor menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian dari budaya mutu yang harus terus dikembangkan. Berbagai capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sedangkan berbagai kekurangan harus menjadi bahan refleksi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan lulusan di masa depan.
Usai sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE). Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber internal yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum dan penjaminan mutu, yaitu Dr. Imam Nur Aziz, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNKAFA Gresik, serta Dr. M. Muizzuddin, M.Pd.I., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNKAFA Gresik.
Dalam pemaparannya, Dr. Imam Nur Aziz menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPS yang selaras dengan pendekatan Outcome-Based Education, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran mata kuliah, pemilihan strategi pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), hingga penyusunan metode asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara objektif.
Sementara itu, Dr. M. Muizzuddin menekankan pentingnya penyusunan RPS sebagai dokumen akademik yang tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjamin mutu proses pembelajaran di setiap program studi. Menurutnya, implementasi OBE harus diwujudkan secara konsisten melalui perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penyusunan RPS, dan konsultasi akademik. Para dosen diberikan kesempatan untuk menyempurnakan dokumen RPS sesuai dengan karakteristik mata kuliah masing-masing, sekaligus memastikan keselarasannya dengan capaian pembelajaran lulusan dan visi keilmuan program studi.
Melalui kegiatan ini, UNKAFA Gresik menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas dosen melalui evaluasi akademik dan penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.



