
Prof. Dr. Phil. Sahiron: UNKAFA Berpotensi Menjadi Leading Turats University Bertaraf Internasional
Gresik – Kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA., menjadi salah satu momen istimewa dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-19 Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik, Minggu (19/7/2026).
Di hadapan ratusan wisudawan, sivitas akademika, serta tamu undangan yang memadati Aula Daarun Nadwa Rusyaifah Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Prof. Sahiron menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat yang berhasil dicapai UNKAFA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren.
Menurutnya, di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, UNKAFA mampu menunjukkan identitas yang kuat dengan menjadikan tradisi pesantren sebagai fondasi utama pengembangan institusi.
“Perguruan tinggi berbasis pesantren memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak kampus lain, yaitu kekayaan tradisi keilmuan Islam (turats), kultur akademik yang berakar pada nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter. Inilah modal besar yang dimiliki UNKAFA,” ungkapnya.
Prof. Sahiron menilai arah pengembangan UNKAFA sebagai Leading Turats University merupakan pilihan strategis yang sangat relevan. Menurutnya, apabila penguatan akademik terus diiringi dengan perluasan jejaring nasional dan internasional, UNKAFA memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang diperhitungkan di tingkat dunia.
“Jejaring yang mulai dibangun harus terus diperkuat. Dengan kekayaan turats yang dimiliki pesantren serta semangat inovasi yang terus tumbuh, saya optimistis UNKAFA dapat berkembang menjadi Leading Turats University bertaraf internasional,” ujarnya.

Kunjungan Prof. Sahiron ke UNKAFA kali ini merupakan kunjungan keduanya. Ia mengaku memiliki hubungan batin dan historis yang erat dengan keluarga besar Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Kedekatan tersebut membuatnya mengikuti perkembangan UNKAFA dari waktu ke waktu dan menyaksikan transformasi kampus yang berlangsung secara konsisten.
Baginya, perkembangan UNKAFA menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mampu menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat melahirkan perguruan tinggi modern yang unggul tanpa kehilangan jati dirinya.
Ia juga berpesan agar sivitas akademika terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, membangun kolaborasi internasional, serta menjadikan khazanah intelektual Islam sebagai sumber inovasi dalam menjawab tantangan zaman.
Apresiasi yang disampaikan Direktur Diktis Kementerian Agama RI tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh sivitas akademika UNKAFA untuk terus melakukan transformasi kelembagaan. Dengan dukungan jaringan pesantren, para alumni, serta kemitraan yang terus berkembang, UNKAFA diyakini memiliki peluang besar untuk tampil sebagai salah satu pusat studi turats dan pendidikan tinggi Islam yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Wisuda ke-19 pun menjadi lebih dari sekadar prosesi akademik. Momentum ini menjadi penanda bahwa perjalanan UNKAFA menuju kampus pesantren berkelas dunia terus bergerak dengan optimisme, didukung oleh pengakuan dan apresiasi dari pemerintah melalui kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI



